Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Kaedeveedra

I'm not the one with the extraordinary brain, but I'm the one who still try selengkapnya

Peraturan Dibuat hanya untuk Dilanggar….

REP | 25 March 2011 | 19:41 Dibaca: 130   Komentar: 8   0

Untuk menuju ke tempatku bekerja, saya harus melewati pasar tradisional yang sangat padat oleh para penjualnya. Pasar itu selalu ramai dan sangat kotor dengan tingkat kebersihan yang sangat memprihatinkan. Pasar itu sebenarnya memiliki gedung yang cukup luas untuk menampung para penjual sayur, tetapi entah kenapa banyak sekali penjul sayur yang menjual barang dagangannya sampai ke jalanan dan membuat kemacetan parah di sekitar pasar itu..Sebetulnya siy, di sepanjang pagar bangunan yang depannya dijadikan tempat berjualan itu ada papan berukuran sedang yang bertuliskan : “Dilarang Berjualan Di Sini” lengkap dengan keterangan perda nomer sekian tahun sekian yang saya tidak pernah hafal walaupun saya lewati daerah itu setiap hari. Jadi sedikit saya bisa simpulkan di sini bahwa ┬áperaturan yang ada keterangan nomer perdanya aja gampang banget dilanggar dan diabaikan, apalagi peraturan yang lain seperti rambu lalu lintas yang bentuknya hanya plang besi tinggi bulat dengan plat bertulisan S coret, P coret, dan konco2 nya yang lain…saya rasa hanya untuk objek pelengkap pemandangan di jalan raya saja karena tidak ada fungsinya sama sekali. Jadi memang benar, sepertinya peraturan dibuat hanya untuk dilanggar…Peraturan mudah sekali dibuat agar masyarakat tahu kalau masih memiliki peraturan, tapi pada praktenya biasanya memang peraturan itu dilanggar saja tanpa perasaan bersalah, malah lebih parahnya lagi, melanggar peraturan sudah dijadikan kebiasaan dan dianggap wajar…kalau sudah begini, siapa yang mau dipersalahkan, yang membuat peraturan atau yang melanggar peraturan?

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ajib! Motor Berbahan Bakar Air …

Gapey Sandy | | 22 September 2014 | 09:51

MTQI ke XV Menyatukan Dunia yang Terbelah …

Syaripudin Zuhri | | 22 September 2014 | 10:49

Baru Kali Ini, Asia Kembali Percaya …

Solehuddin Dori | | 22 September 2014 | 10:05

Salah Kaprah Tentang Tes Psikologi …

Muhammad Armand | | 22 September 2014 | 10:49

[Blog Reportase] Nangkring dan Test Ride …

Kompasiana | | 20 September 2014 | 18:06


TRENDING ARTICLES

Keluarga Korban MH17 Tolak Kompensasi dari …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

PKS antara Pede dan GR …

Ifani | 8 jam lalu

Sopir Taksi yang Intelek …

Djohan Suryana | 9 jam lalu

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 11 jam lalu

Gajah Berperang Melawan Gajah, …

Mike Reyssent | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Sikap Pabowo Terhadap Ahok & Bu Mega …

Kwee Minglie | 7 jam lalu

GP Singarpura, Hamilton Luar Biasa Rosberg …

Hery | 7 jam lalu

Menguak Misteri Gua Jepang di Malang …

Mawan Sidarta | 8 jam lalu

Bahaya Bateri Bekas …

Pan Bhiandra | 8 jam lalu

Tanggapan Soal “PR Anak 2 SD yang …

Hendradi Hardhienat... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: