Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Fitri.y Yeye

Wanita biasa yang sangat sederhana. Penulis Novel Satu Cinta Dua Agama

Satu Senyum Cukup Untuk Hari Ini

REP | 25 February 2011 | 08:40 Dibaca: 233   Komentar: 20   0

1298640148340840736

Senyum Manis Putri Kecilku

Dapat hadiah paling istimewa hari ini. Dari siapa lagi kalau bukan dari orang yang paling istimewa. Suami tercinta memberikan senyum terindahnya untukku hari ini. Apakah biasanya ia tidak pernah tersenyum? Oo tentu saja ia akan selalu tersenyum, namun hari ini menjadi sangat berbeda karena senyumnya kali ini mengubah sesuatu dalam diriku.

Bukankah sudah kuberitakan, kalau hari ini adalah hari yang berat untukku lalui, ditunggu banyak tugas yang menanti dan harus dikerjakan. Hasilnya tentu saja melelahkan bahkan berpikir tak akan sampai melihat matahari sore (haaah…..segitunya)? Ya, begitulah kira-kira. Bukan ingin mengeluh, tetapi sepertinya memang begitu adanya.

Setelah shalat jumat, suamiku pulang istirahat dari kantor. Ia selalu menyempatkan diri untuk makan di rumah, kebetulan kantornya juga dekat dari toko tempat hari-hari kumenghabiskan waktu. Saat sampai ditoko aku sedang duduk dengan wajah suntuk karena kebetulan di toko lagi sepi. Tiba-tiba suamiku menyapa dengan senyum yang sangat manis. Heran sekali, senyum itu seperti baru kulihat hari ini. Anehnya senyum indah itu merubah semua perasaanku. Aku yang tadinya kehilangan mood, jadi bersemangat lagi. Dan sontak senyum mansipun mengembang di bibirku.

Betapa senangnya aku saat ini. Hilang semua gelisah, raib semua galau yang menumpuk di dada. Sungguh dahsyat arti sebuah senyuman tulus itu. Apalagi dari orang yang sangat kita cintai. Andai semua masalah bisa diselesaikan hanya dengan satu senyuman saja. Betapa ringannya dunia ini..tidak perlu mengeluarkan kata-kata. Satu senyum sudah cukup untuk mengembalikan motivasi yang terpuruk. Karena hatiku sedang berbunga, ku bagikan juga senyumku untuk anda semua. Selamat berbahagia.

12986409441187021038

Senyumku untuk anda

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hari Pusaka Dunia, Menghargai Warisan …

Puri Areta | | 19 April 2014 | 13:14

Paskah di Gereja Bersejarah di Aceh …

Zulfikar Akbar | | 19 April 2014 | 08:26

Apakah Pedofili Patut Dihukum? …

Suzy Yusna Dewi | | 19 April 2014 | 09:33

Jangan Prasangka Pada Panti Jompo Jika Belum …

Mohamad Sholeh | | 19 April 2014 | 00:35

Perlukah Aturan dalam Rumah Tangga? …

Cahyadi Takariawan | | 19 April 2014 | 09:02


TRENDING ARTICLES

Sstt, Pencapresan Prabowo Terancam! …

Sutomo Paguci | 7 jam lalu

Mengintip Kompasianer Tjiptadinata Effendi …

Venusgazerâ„¢ | 15 jam lalu

Suryadharma Ali dan Kisruh PPP …

Gitan D | 15 jam lalu

Kasus Artikel Plagiat Tentang Jokowi …

Mustafa Kamal | 17 jam lalu

Timnas U 19: Jangan Takut Timur Tengah, …

Topik Irawan | 18 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: