Back to Kompasiana
Artikel

Catatan

Sarah Simanjuntak

a mother and a wife.. who is eager to develop herselves to be better.. and share to selengkapnya

Hadiah Malam Natal

REP | 25 February 2011 | 17:43    Dibaca: 131   Komentar: 1   0

Hadiah Malam Natal

Diperjalanan pulang dari ibadah malam Natal, saya bertanya pada suami apakah saya akan mendapat hadiah Natal tahun ini. Suami saya malah mesam-mesem.

“Hhhmmm.. Hadiah ya Ma.., Hehehe… Jadi malu, saya memang ngga romantis ya..?”

Langsung cubitan mesra mendarat di perutnya. Saya pun protes pada suami yang tidak pernah mau meluangkan sedikit usaha untuk membelikan saya sesuatu di hari-hari special seperti ulangtahun, valentine, natal, tahun baru, ataupun ulang tahun pernikahan. Saya lalu membandingkannya dengan saya yang tidak pernah absen memberinya kado pada momen-momen istimewa tersebut. Kembali saran yang selalu saya sampaikan kembali saya berikan bahwa hadiah yang saya harapkan tidak harus barang mewah atau mahal. Hanya sekedar coklat merek tertentupun saya sudah senang. Yang penting perhatiannya. Begitu selalu rengek saya.

“Iya, maaf ya Ma…” hanya itu kata-kata yang disampaikan suami untuk complain saya.

Sesampai dirumah, saya langsung memeriksa Shallom, putriku yang sudah tertidur dan mempersiapkan hidangan sederhana untuk makan malam di malam Natal. Ketika saya masuk ke kamar Mama untuk memberitahu hidangan sudah siap, ternyata suami saya ikut masuk dibelakang saya.

“Met Natal Mama, met Natal Inang*.., “ katanya sambil memberi kepada saya satu bungkusan kado, juga satu bungkusan untuk Mama.

Saya tertegun sekaligus malu karena baru saja di perjalanan pulang dari gereja tadi saya protes meminta hadiah Natal. Belum sempat saya bicara, Mama langsung bertanya , “Apa ini isinya?.”

“Dibuka saja Inang..,” begitu suami menjawab.

Sambil Mama membuka kado, saya tersenyum malu dan bilang pada suami kalau saya juga punya kado untuknya, untuk Mama juga untuk Venny keponakan kami.

Acara buka-bukaan kado pun menjadi seru. Saling teriak girang ketika tahu bahwa kado yang masing-masing didapat merupakan barang yang memang sedang diinginkan ataupun barang yang dinilai sangat bermanfaat .

*inang (bahasa batak) merupakan panggilan terhadap ibu mertua.

thanks untuk mbak Luluk Pungki yang sudah membantu suamiku mempersiapkan hadiah malam natalku..

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pulang ke Solo, Presiden Kejutkan Arena CFD …

Niken Satyawati | | 24 May 2015 | 22:16

Pedenya NET TV …

Iwan Permadi | | 24 May 2015 | 16:52

[Blog Competition] Ceritamu bersama …

Kompasiana | | 08 May 2015 | 18:25

Mau Jadi Kaya? Pikirkan Telebih Dulu secara …

Tjiptadinata Effend... | | 24 May 2015 | 20:04

KAA ke-60, Bandung Mendadak Bahagia …

Kompasiana | | 24 May 2015 | 18:15


TRENDING ARTICLES

Kisruh Golkar Senjata Jusuf Kalla, Petral …

Ninoy N Karundeng | 17 jam lalu

Lecehkan Ras Sunda, Color Run Subang Dicekal …

Jadiah Upati | 18 jam lalu

Beras Platik: Teror untuk Siapa? …

Gatot Swandito | 19 jam lalu

Rekayasa Hadi, Negara Rugi 2 Triliun, KPK …

Imam Kodri | 24 May 2015 06:59

Presiden Jokowi Menerima Gratifikasi Batu …

Gunawan | 24 May 2015 05:08


Subscribe and Follow Kompasiana: